ULTRAS TAWA LEAGUE GRUP 2 BENTUK NYATA DARI EKSPETASI YANG TIDAK SESUAI REALITA

Ultras Tawa League yang diselenggarakan Standup Indo Malang, Semakin lama menghasilkan banyak kejutan yang sangat tidak terduga. Mulai dari penampilan yang sangat ciamik dan bisa dikatakan terbaik diputaran pertama Ultras Tawa League dari salah satu grup, yaitu grup 3, ada juga performa yang sangat baik dari si kambing hitam  Haniv Gepeng yang berhasil membuat kocar – kacir klasmen di grup 1, hingga ada juga penampilan yang sangat mengenaskan tak sesuai harapan dari gerombolan peserta grup 2 Ultras Tawa League. Saya sebagai salah satu peserta di grup 2 memang tidak bisa menampik hal tersebut, pasalnya pada putaran pertama yang telah diselenggarakan pada 8 Pebruari 2019 hampir seluruh peserta grup 2 Ultras Tawa League tampil sangat mengecewakan. Satu satunya peserta yang berhasil tampil cantik malam itu hanya Ken Rifki, dengan Jumlah tawa 20 dalam lima menit atau sama dengan 4lpm, namun hal tersebut tidak bisa menyelamatkan muka para peserta grup 2 dari anggapan sebagai grup paling lemah pada putaran pertama Ultras Tawa League.

            Diatas kertas grup 2 sebenarnya grup paling kompetitif diantara grup lain yang isinya sudah dapat ditebak siapa yang akan mendominasi di grup tersebut. Grup 2 berisikan para komik yang kualitasnya hampir sama persis satu sama lain, sehingga pada awal gelaran Ultras Tawa League banyak yang berpendapat grup 2 akan berjalan sangat baik dan menciptakan banyak tawa dari para peserta secara merata, tapi memang benar setelah putaran pertama grup 2 memang grup ini sangat rata, rata rata tampil dengan minim tawa. Sebenarnya kalo peserta grup 2 mau menghibur diri pasti mereka beralasan banyak faktor yang menyebabkan penampilan grup 2 seakan jauh dari harapan, mulai dari jumlah penonton yang sedikit hingga juri seorang lelaki yang tidak menarik penonton. Namun hal tersebut tidak bisa disalahkan, karena dua hal tersebut memang tidak bisa dipersiapkan. Kalo masih ada yang menggunakan dua hal tersebut sebagai alasan maka tentu saja akan kelihatan siapa yang sudah kalah sebelum pertandingan.

Menurut saya penyebab penampilan mlongseng para peserta grup 2 bukan hal kecil seperti itu, ada satu hal yang sangat berperan penting di suatu kompetisi yang tidak dimilik para peserta grup 2, yaitu mental juara. Hal ini sangat terlihat kontras dari grup lain dibanding grup 2 di Ultras Tawa League. Grup satu tampil tanpa beban di minggu pertama, mereka selalu mengatakan “sing penting yakin”. Grup 3 apalagi. Mereka tampil sangat tanpa beban, tidak peduli apa hasilnya yang penting mereka main cantik mereka juga memiliki motivasi sendiri yaitu “Nothing To Lose”. Hasilnya bagaimana? tentu saja suatu kualitas kompetisi yang sangat menarik dan sangat apik. Sedangkan grup 2 bagaimana? Apa semangat kita? “sing penting melok” ? atau “I Want To Lose”?. Karena dalam suatu kompetisi teori saja tidak cukup, mental juara. Itu yang seharusnya dimiliki oleh setiap peserta grup 2. Masih ada dua putaran bagi para peserta grup 2 untuk menunjukan apakah kita pantas membuktikan kualitas kita. Dan menghasilkan Ekspetasi yang sesuai Realita.

tulisan ini ditulis oleh peserta dari Grup 2: Peppy