Pertumbuhan adalah salah satu hal yang pasti dialami oleh seseorang saat dia sudah menggeluti suatu bidang, apapun itu, untuk jangka waktu yang lama.  Atas dasar itu pula lah Indra Cahya, salah satu komika Stand Up Indo Malang, melangsungkan pertunjukan spesialnya yang bertajuk ‘Pemutakhiran’ pada hari Sabtu, 14 Maret 2020 lalu.

Berstandup comedy sejak gelombang awal pergerakan standup di Indonesia berlangsung pada 2012 lalu, Mas Indra sudah melalui banyak fase dalam caranya membawakan materi ke atas panggung.  Mulai dari jokes observasi, agama, sampai story telling—sesuatu yang belakangan sudah jadi zona nyamannya (dalam artian baik, nggak sinis kayak band indie yang namanya mengingatkanmu pada jadwal ngaji di TPQ itu). ‘Pemutakhiran’ dijadikan Mas Indra sebagai tombol update, kalau diibaratkan software, yang akan membuat materi-materi andalannya hingga sekarang berubah ke bentuk yang baru. Lebih mutakhir.

Terus, seberapa mutakhir sih pertunjukan ‘Pemutakhiran’ ini?

Pemutakhiran oleh Indra Cahya
(Foto oleh Iwan Tantomi – twitter.com/iwan_tantomi)

‘Pemutakhiran’ dilangsungkan tanpa ada basa-basi. Tanpa alunan musik waktu proses loading penonton. Tanpa ada MC yang membuka acara. Si empunya acara bahkan beberapa kali menyambut para penonton yang datang memasuki ruangan, mirip tuan rumah yang menyambut tamu di rumah sendiri. Benar-benar homey.

Oh iya, ke-homey-an acara bertambah dengan ruangan Dialoogi Space & Coffee yang nggak terlalu luas.  Sama sekali bukan kekurangan karena dengan begitu suasana pertunjukan jadi lebih intim.  Terlebih ruangan yang berumput sintetis membuat semua yang hadir wajib melepas alas kaki.  Plus disediakan beanbag sehingga nontonnya bisa sambil semi leyehan (kayak posisi nonton tv siang-siang yang biasanya akan mengantarkanmu ketiduran kemudian).  Harusnya ada pertunjukan standup comedy lagi yang dilangsungkan di sini sih.

Acara kemudian dimulai dengan munculnya voice over—yang masih dilakukan oleh Mas Indra sendiri.  Setelah menyambut penonton dan membacakan sejumlah peraturan, dipanggil lah nama komika yang menjadi pembuka malam itu, yakni Fito Ditapradja alias saya sendiri yang menulis review kali ini. Hahahahaha.

Komika pembuka, Fito Ditapradja
(Foto oleh Malingga Negelben – instagram.com/malingganegelben)

Saya membuka selama kurang lebih 20 menit.  Sudah.  Kayaknya itu aja yang saya sampaikan tentang penampilan saya sendiri.

Sudah cukup memanaskan penonton, barulah kemudian saya memanggil Mas Indra mengambil alih ruangan.

Pemilik pertunjukan Pemutakhiran, Indra Cahya
(Foto oleh Malingga Negelben – instagram.com/malingganegelben)

Mas Indra membuka penampilan dengan bit-bit memorable dari era awal perstandupannya kayak ‘Pasangan ABG’, ‘Berbuka dengan yang Manis’, dan ‘Indomaret’.  Dipadukan dengan bit ‘Tentara’ yang pernah ditampilkannya di kompetisi Liga Komunitas KompasTV (LKS) membuat sepertiga awal pertunjukan berjalan dengan sangat menghibur.  Bahasannya ringan dan semua orang relate.  Cara yang bagus banget buat membuka pertunjukan.

Baru kemudian di tengah mulai dimainkan bit-bit agama yang bagi beberapa pihak akan terdengar ofensif. Kayak waktu Mas Indra bahas Tuhan agama sebelah, nabi-nabi agama sendiri, serta keanehan yang dia temui di tempat ibadah milik salah satu agama minoritas di Indonesia.  Di bagian ini kayaknya beberapa penonton agak kaget sama topik-topik yang diangkat Mas Indra—yang ternyata dirasa sama oleh si penampil.

Di sepertiga akhir, barulah Mas Indra menunjukkan versi terkini dirinya yang doyan story telling alias mendongeng.  Perpaduan antara kemahiran menggiring penonton mengikuti alur dan memilih diksi-diksi, membuat dongeng ‘Himakris’ dan ‘Mama Mualaf’ menjadi pilihan yang sangat tepat untuk menutup pertunjukan yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit itu.

Pemilik pertunjukan Pemutakhiran, Indra Cahya
(Foto oleh Malingga Negelben – instagram.com/malingganegelben)

Kesan menonton ‘Pemutakhiran’—selain lucu tentunya—bisa jadi berbeda-beda.  Untuk saya sendiri, yang sudah cukup lama menontoni Mas Indra, rasanya memang benar-benar melihat sosok yang sudah lebih mutakhir.

Selain bit-bit lama yang disesuaikan dan diberi konteks agar tetap relevan, pembawaan Mas Indra pun sangat patut diapresiasi.  Seperti momen ketika argumennya nggak termakan oleh penonton, Mas Indra nggak segan untuk mengeluarkan kalimat semacam “Oh, enggak ya? Yaudah deh….”

Atau ketika dia menyebutkan kalimat yang seolah menerka-nerka isi kepala penonton terhadap dirinya.  Semuanya jadi pengisi ruang yang pas sehingga nggak ada momen dia kehilangan keberpihakan penonton.  Lihat hal-hal di luar skrip dilakukan oleh Mas Indra yang sangat skrip sekali adalah sebuah pertunjukan yang menyenangkan.

Oh iya, yang menyenangkan dari punya pertunjukan sendiri salah satunya mungkin adalah bisa punya penonton yang datang karena ingin nonton kamu atas namamu sendiri, bukan atas nama standup comedy.  Hasilnya penonton akan lebih apresiatif terhadap bit apapun yang kamu lempar.  Ini pertama kali terlihat di pertunjukan komika lain, si jahat Adit MKM, dengan ‘Patah Harapan’-nya.

Di ‘Pemutakhiran’ keutamaan memiliki pertunjukan special ini terlihat dari bit yang saya paling favoritkan, yakni ‘Analogi Anak Les Renang’.  Nggak kayak bit biasa yang langsung ditertawakan waktu punch disebut, bit ini justru memberi sedikit jeda beberapa detik sebelum akhirnya dapat tawa panjang dan tepuk tangan.

Para penonton Pemutakhiran
(Foto oleh Malingga Negelben – instagram.com/malingganegelben)

Satu-satunya yang perlu Mas Indra lebih mutakhirkan datang dari segi non-teknis, yakni stamina.  Walaupun saya rasa nggak mempengaruhi pertunjukan yang terlihat oleh penonton, tapi faktor stamina lah yang membuat Mas Indra harus ngedrop satu bit story telling keluar dari set.  Hahahahaha.  Tapi nggak apa-apa, artinya bit itu masih bisa dipake buat show selanjutnya kalo mau.

Secara keseluruhan, nama ‘Pemutakhiran’ tercerminkan dengan baik lewat penampilan Indra Cahya malam itu.  Dia sudah berkembang menjadi sosok yang lebih mutakhir baik secara penulisan maupun pembawaan.  Mungkin selanjutnya bisa melakukan pemutakhiran dari segi banyaknya penonton?  Atau durasi?  Apapun itu, yang jelas pergerakan selanjutnya sangatlah patut untuk ditunggu.

Kudos untuk Indra Cahya!

(Seperti terlihat di foto, ada kamera yang merekam pertunjukan Pemutakhiran. Kemungkinan besar rekamannya akan rilis, entah dalam bentuk DVD atau digital download. Tunggu informasi lanjutannya di Instagram indraxcahya dan Twitter @indraxcahya)