Ultras Tawa League (UTL) merupakan agenda tahunan komunitas Standup Indo Malang, berupa kompetisi internal yang diikuti oleh anggota-anggota aktif komunitas. Venue kompetisi kali ini diadakan di Toeman Cafe setiap hari Jumat mulai tanggal 1 Februari 2019 berbarengan dengan acara rutin Jumatawa. Yang menarik di UTL tahun ini, kompetisi yang awalnya menggunakan sistem gugur (satu kali crot) diubah menjadi sistem setengah kompetesi (terdapat fase grup). Total peserta yang ikut dalam kompetisi ini berjumlah 21 orang yang terbagi dalam tiga grup berbeda, masing-masing grup terdiri dari 7 orang yang siap berlomba meraih puncak klasemen agar bisa lolos ke putaran selanjutnya. Setiap peserta pastinya memiliki kelebihan masing-masing termasuk dari segi delivery, keindahan fisik hingga attack speed. Bagaikan cupang yang diadu di dalam botol Mansion, tiap grup pastinya ada intrik yang terkesan saling senggol lewat psywar bahkan meroasting peserta lain dijadikan salam pembuka penampilan.

Namun yang lebih menarik perhatian penulis adalah hadirnya para “Juri Tamu” yang diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Seperti acara kompetisi standup comedy yang ada di Televisi, para juri tamu ini juga akan menilai sekaligus memberikan komentar kepada tiap peserta setelah tampil. Pada kesempatan ini penulis akan membahas para Juri tamu yang muncul di pertandingan pertama dari masing-masing grup.

Pada pertandingan pertama Grup 1 juri tamu yang diundang merupakan FDJ (female disc jokie) asal malang, Dite Prabhataningrum yang terkenal cantik dan seksi. Tampilan poster yang dipajang di akun IG @standupindo_mlg kala itu sungguh menyuguhkan hal-hal yang sangat menarik, bahkan penulis mengira itu bukan poster acara stand up comedy malah terkesan seperti freepass University Party (acara mingguan di Hugos). Alhasil seperti yang diharapkan penonton yang berduyun-duyun datang didominasi kaum Adam yang mungkin mengira FDJ ini akan perform. Tapi nyatanya tidak. Namun sayangnya, komentar juri tamu kali ini terkesan monoton dan hanya mengulang kata-kata : “saya suka – saya suka” (sudah mirip Mei Mei dalam serial animasi Upin & Ipin). Dari hal itu penulis menyimpulkan bahwa setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing istilah asingnya adalah “Smart is the New Sexy”.

Pada pertandingan pertama Group 2 Juri Tamu yang dihadirkan adalah Novan Tri Sumahadi vokalis band kawakan asal Malang, Tani Maju. Tentu saja Mas Novan yang terkenal humoris ini mampu memeriahkan suasana dengan komentar guyonan singkatan khas beliau seperti Mantul = Manuk Kuntul dan jenis manuk-manuk lain. Yang jelas juri tamu ini keren, kalau dibandingkan juri tamu sebelumnya. Namun tetap ada kekurangannya yaitu jumlah penonton. Apakah mungkin ini disebabkan karena juri tamunya bukan wanita?

Selanjutnya juri tamu pada pertandingan pertama Grup 3. Juri tamu kali ini juga berasal dari kesenian tarik suara, Elisabeth Rosalia (Ocha) vokalis Ostribe (side project Nganchuk Crew). Mungkin setelah mengevaluasi animo masyarakat dari pertandingan sebelumnya panitia menghadirkan juri tamu wanita lagi. Alhasil Mbak Ocha Ostribe sukses meningkatkan jumlah penonton secara drastis. Selain itu juri tamu kali ini adalah juri tamu yang benar-benar perform, dengan membawakan lagu orang lain dan lagu Ostribe sendiri sebagai penutup acara. Benar-benar sangat meriah. Walaupun kesempatan berkomentar yang diperoleh juri tamu saat itu tidak dimanfaatkan dengan baik, malah menggombali peserta satu persatu. Hal ini menyebabkan beberapa peserta grup 3 salah tingkah bahkan ada yang sampai menata kursi penonton. Hem… sepertinya perlu diingatkan lagi “Smart is the New Sexy”.

Juri tamu yang dihadirkan dalam kompetisi ini sungguh beragam dan sangat sulit diprediksi. Bisa saja juri tamu selanjutnya adalah Makan Konate. Yang jelas Ultras Tawa League masih berlangsung hingga bulan April mendatang. Sehingga masih banyak juri tamu yang akan hadir dan terbahas di sini.

Mungkin Bersambung… (Ditulis oleh : KEN RIPKI)